TRIBUNBATAM.id, BATAM - Garis polisi (police line) masih terpasang di salah satu kamar indekos Blok VI, Kelurahan Batu Selicin, Kecamatam Lubukbaja, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), lokasi Bela Yudela ditemukan tewas.
Kondisi wanita yang diketahui berasal dari Pulau Sumatera itu mulai mengalami pembusukan dan membengkak saat ditemukan pada Kamis (18/120 sore, dengan posisi terbaring di atas kasus serta tertutup selimut.
Kapolresta Barelang, Kombes Pol Zaenal Arifin, S.I.K melalui Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Debby Tri Andrestian, S.I.K., M.H., L.i mengungkap jika Bela menjadi korban pembunuhan di kamar indekos tempat ia tinggal.
Angota Polsek Lubuk Baja telah meringkus pelaku pembunuhan di Batam itu.
Ia merupakan kekasih korban.
Warga yang tinggal tak jauh dari lokasi indekos itu menyebut, penemuan mayat di Batam itu sempat bikin gempar.
"Iya, kemarin itu di sini ramai. Jenazah sudah mulai membusuk karena bau menyengatnya tercium. Sempat kasur dan selimut dibawa keluar indekos," ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya, Jumat (19/12/2025) pagi.
Menurut warga tersebut, sehari-hari Bela dikenal jarang terlihat.
Karena ia biasanya berangkat bekerja pada pagi hari dan pulang pada malam hari.
"Biasanya kerja pagi, pulang malam. Jarang kami nampak. Kayaknya ada pacarnya juga, kadang datang ke kos," katanya.
Sementara itu, Ketua RT 02/RW 03 Blok VI Batu Selicin, Siswo Waluyo mengatakan, pihaknya menerima informasi penemuan jasad korban pada Kamis (18/12/2025) sekira pukul 15.30 WIB.
Ia menjelaskan, penemuan mayat di Batam berawal saat dua rekan korban datang untuk mengecek kondisi Bela karena beberapa hari tidak masuk kerja.
"Awalnya dua kawannya mau nengok, karena Almarhumah ini beberapa hari tidak masuk kerja," ujar Siswo.
Saat tiba di lokasi, keduanya melihat kondisi pintu kamar yang tidak digembok.
Pengait pintu yang biasanya dikunci dengan gembok justru hanya diganjal menggunakan hanger.
"Belum sempat dibuka, pintu yang biasanya dikunci pakai gembok itu cuma diganjel aja pakai hanger dari luar. Pas kawannya ini mendekat sudah tercium bau busuk. Mereka takut, langsung manggil orang-orang dan lapor ke polisi," jelasnya.
Siswo menyebutkan jika gadis 22 tahun ini berasal dari Lampung.
Ia juga mengakui kesulitan pendataan penghuni kos di wilayah tersebut.
"Karena di sini banyak indekos. Terkadang RT pun bingung mana yang masih tinggal, mana yang sudah pindah," katanya.
Belajar dari peristiwa tersebut, Siswo mengimbau pemilik kos agar melaporkan setiap penghuni baru kepada RT dan RW.
"Saya minta warga, apalagi yang punya indekos, kalau ada penghuni baru agar melapor. Jangan pas kejadian baru kelabakan nyari datanya," tegasnya.
Sementara itu, hingga Jumat siang garis polisi masih terpasang di lokasi indekos.
Jenazah korban telah dibawa ke RS Bhayangkara Polda Kepri untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut. (TribunBatam.id/Ucik Suwaibah)
Ia juga mengakui kesulitan pendataan penghuni kos di wilayah tersebut."Karena di sini banyak indekos. Terkadang RT pun bingung mana yang masih tinggal, mana yang sudah pindah," katanya.
Belajar dari peristiwa tersebut, Siswo mengimbau pemilik kos agar melaporkan setiap penghuni baru kepada RT dan RW.
"Saya minta warga, apalagi yang punya indekos, kalau ada penghuni baru agar melapor. Jangan pas kejadian baru kelabakan nyari datanya," tegasnya.
Sementara itu, hingga Jumat siang garis polisi masih terpasang di lokasi indekos.
Jenazah korban telah dibawa ke RS Bhayangkara Polda Kepri untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut. (TribunBatam.id/Ucik Suwaibah)